KALKUN INDONESIA
PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PERDESAAN SWADAYA
KABUPATEN PRINGSEWU - PROVINSI LAMPUNG
06 Juni 2013
13 Mei 2013
23 Mei 2012
Pelatihan Budidaya Kalkun P4S Mitra Alam.
P4S Mitra Alam telah mengadakan pelatihan "Budidaya Kalkun" untuk para petani di sekitar kelurahan Sukoharjo 1. Dengan fasilitator dari BP4K kabupaten Pringsewu. Acara dibuka oleh Camat Sukoharjo, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pringsewu. Materi terdiri atas Motivasi Berwirausaha, Manajemen dan Budidaya Kalkun, Product, Sales dan Marketing Kalkun dan Rencana Tindak Lanjut Pengembangan Budidaya Kalkun bersama Kelompok Tani.
08 Februari 2012
Kalkun in "Peppy The Explorer"

Promo masakan Kalkun di Chandra Supermarket



06 April 2011
02 April 2011
Forum Tanya Jawab Budidaya Kalkun dan cara mengolah daging Kalkun
Jawaban akan dijawab langsung oleh peternak/penulis buku kalkun yang ada di lampung.
24 Maret 2011
proses menetasnya kalkun
16 Maret 2011
Buku Kalkun

06 Desember 2010
Mengelus Icon Pringsewu
Mengelus Ikon Pringsewu
Krisis moneter mendorongnya untuk beternak kalkun. Banyak kendala yang dihadapi, tapi ia tidak menyerah.
Dalam meraih cita-cita, kadang-kadang menemui ganjalan. Hampir putus asa. Hal itulah dialami Bambang Cahyo dalam beternak kalkun. “Kalkun ini belum dimasukkan dalam program pemerintah,” kata teman Baran Wirawan, Sekretaris Menteri Pertanian, itu. Bambang dan Baran sama-sama alumnus Jurusan Agronomi, Fakutas Pertanian IPB.
Belakangan ini, kegigihan anak ke-11 dari 12 bersaudara dari pasangan Sukarno dan Umi Kusminah itu mulai dilirik Dinas Peternakan Kabupaten Pringsewu, Lampung. Bahkan ingin menjadikan kalkun sebagai ikon kabupaten hasil pemekaran itu. “Kalkun ini akan dijadikan ikon,” kata Dancik Ibrahim, Kepala Kantor Penyuluhan Pringsewu.
Krisis moneter
Kecintaan Bambang pada kalkun dimulai ketika krisis moneter, 1998. Sebagai pemasok alat-alat teknik, usahanya ikut limbung. Ia berkeliling ke supermarket-supermarket di Jakarta. Waktu itu ia lihat harga karkas (5—6 kg per ekor) kalkun Rp250 ribu sampai Rp300 ribu. Karkas 8 kg harganya Rp600 ribu. “Kok, (kalkun) impor,” kenang Bambang, yang kini beternak kalkun di Desa Sukoharjo I, Kec. Sukoharjo, Pringsewu, Lampung.
Pria kelahiran Purwokerto, Jateng, ini mulai mengumpulkan informasi tentang kalkun. Tekstur dagingnya lebih bagus ketimbang ayam. Ternyata kandungan proteinnya tinggi. Kandungan lemaknya rendah. Lemaknya tergolong tidak jenuh dan lebih berguna seperti Omega-6 dan Omega-9. “Kandungan Zn-nya dapat meningkatkan vitalitas,” kata penganut agama Katolik itu saat ditemui di lokasi peternakan kalkunnya (12/11).
Lantas, ia mulai mencari kalkun ke Cirebon, Bogor, Lampung, dan sebagainya. Suami dari Maria Mustika Jati ini memulai dengan 25–30 ekor. Kalkunnya meningkat menjadi 200 ekor. Kemudian ia tergoda kembali menjual alat-alat teknik setelah krisis ekonomi mulai pulih. Karena tidak ada yang mengurus, kalkunnya hanya tersisa 20 ekor.
Digusur
Semula ia beternak kalkun di Sukoharjo, Pringsewu. Kemudian pindah menyewa tanah di Tanjungkarang. Karena menjadi perumahan Palm Permai, kandang kalkunnya digusur. Lantas pindah ke Way Kandis, fasilitas milik pemerintah. Tahun 2002 kalkunnya terkena flu burung. Hanya tersisa 15 ekor. Empat tahun kemudian kalkun menjadi 2.000 ekor. Malangnya, pada 2006, kalkunnya kembali terserang flu burung dan hanya tersisa 11 ekor. Setelah itu, dari hasil menabung, ia membeli lahan satu hektar di Desa Sukoharjo I.
Karena sudah mengerti kalkun, akhirnya ia memulai berkonsentrasi pada penetasan sampai umur dua bulan. Sedangkan pembesaran, di atas umur dua bulan, diserahkan kepada mitranya, yang tergabung dalam Mitra Alam Jaya, sub-kelompok kalkun dari Kelompok Tani Sido Muncul. November lalu sub-kelompok kalkun ini mulai dilirik PUM Expert, relawan dari Belanda. “Bantuan konsultasi, peningkatan mutu, termasuk bibit atau sperma (kalkun) secara gratis,” kata orang yang tampak kalem dan tenang ini.
Sebelum kedatangan relawan dari Belanda ini, ia sempat putus asa. Dananya mulai kembang-kempis, sehingga ia harus menjual kalkunnya yang masih muda. “Tuhan, kalau engkau memang tidak menghendaki aku memelihara kalkun, habiskanlah hari ini,” kata Bambang dalam doanya. “Sebelum ada relawan ini saya udah mentok. Cari dana nggak dapat-dapat,” kata peternak yang lebih akrab dipanggil dengan Bambang Kalkun.
Menguntungkan
Pasar kalkun cukup lumayan. Beberapa hotel dan rumah makan di Lampung sudah biasa menyajikan masakan dari kalkun. Misalnya Hotel Sheraton dan Rosemary Steak. Selain hotel dan rumah makan, taman perburuan Cikidang, Sukabumi, Jabar, juga mengambil kalkun dari Mitra Alam Jaya ini. Beberapa LSM dari Yogyakarta ingin membeli kalkun yang akan diberikan kepada penduduk yang mau direlokasi akibat letusan Gunung Merapi. “Mereka minta, bagi (penduduk) yang mau direlokasi, akan diberikan kalkun untuk dipelihara,” katanya. Ada juga permintaan dari Kalimantan.
Memang kalau dilihat dari analisis usaha, pembesaran kalkun ini cukup menjanjikan. Dengan skala 200 ekor dan masa pembesaran satu bulan, dari yang berumur dua bulan, bisa menghasilkan Rp15,2 juta. Setelah dipotong biaya dan penyusutan diperoleh pendapatan hampir Rp5 juta. “Saya yakin, usaha pembesaran sangat menguntungkan,” tuntas Bambang yang pernah menjadi konsultan di Departemen Pertanian, Jakarta, ini.
Syatrya Utama dan Abdul Hamid
14 Oktober 2010
02 Agustus 2010
KOMPOSISI NILAI GIZI DAGING KALKUN
HASIL PETERNAKAN “MITRA ALAM” LAMPUNG
(dalam 100 gram daging kalkun segar tanpa kulit, umur 4 -5 bulan)
Keterangan :
*) Hasil Uji Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Pertanian Univ Lampung, B. Lampung, Juni 2010
**) Diolah dari Hasil Uji Laboratorium Balai Pengkajian Pangan dan Gizi, Univ, Gajah Mada, Yogyakarta, Juli 2010
Menerima Pesanan Kalkun Guling (Roasted Turkey) rasa 'Indonesia Banget'.
Tanpa Pengawet, tanpa MSG, dijamin bebas antibiotik.
Harga Rp. 150.000,- sampai Rp. 300.000,-
Hubungi (0721)7416129 (phone only, no sms).
13 Juni 2010
30 Oktober 2008
Di Lampung diternak secara alami dan bebas antibiotik.
Dengan kandungan protein tetap tinggi (20-24%), berlemak rendah (4-7%) dan kolesterolnya hampir 0%, dagingnya menjadi lebih lezat dan sehat alami dan aman dikonsumsi. Populasi saat ini mencapai 1000 ekor (dari anakan s.d induk)
Dijual dalam bentuk hidup/bibit, sudah dipotong/karkas dan siap saji(kalkun guling/panggang, sate steak dll)
Lokasi peternakan : Desa sukoharjo I, Kab. Pringsewu, Prov. Lampung, sekitar 50 km dari kota Bandar Lampung.
Info lebih lanjut dan pembelian hubungi MITRA ALAM +6285669517724 atau +6282181723230




